23.10.13

Aku (Jadi) Pembatas Buku

Anak-anak kelas Bumi sangat menyukai kegiatan membaca buku cerita. Ketika akan mendengarkan cerita yang dibacakan oleh guru, anak-anak selalu berharap mendapat giliran duduk di barisan depan. Saat membaca buku menjadi salah satu kegiatan untuk menunggu, anak-anak akan berseru 'Asyik!' dan mereka akan membahas isi buku bersama dengan teman-temannya. Mereka pun sangat betah berlama-lama diam membaca buku di perpustakaan dan menggambarkan isi cerita buku yang sudah dibacanya.

Melihat minat anak-anak kelas Bumi yang begitu kuat, aku ingin memanfaatkan karya anak menjadi sebuah hadiah yang sesuai dengan minat membaca mereka. Sebuah karya sederhana, namun bermakna.

Anak-anak diajak untuk menggambarkan dirinya dengan detil. Sekalian berkarya, mereka sekaligus belajar mengenai konsep tubuh dan detil bagiannya. Setelah karya tuntas dan diwarnai, hasil gambar anak-anak digunting mengikuti bentuknya, dilaminating, lalu diberi benang wol berwarna-warni.

Tadaaaaaa..... jadilah pembatas buku lucu berbentuk 'aku'. Aku (jadi) pembatas buku.

18.10.13

Obrolan Santai Siang Hari

Tadi siang, aku sempat mengobrol santai dengan seorang anak perempuan di kelasku. Seraya bermain, ia bercerita tentang diri dan rencana-rencananya. Aku menanggapinya dengan cerita dan rencanaku.

Begini ceritanya...

Arla : "Bu Kika, besok aku mau ke Jakarta."
Aku : "Sama siapa?"
Arla : "Sama Mama."
Aku : "Kalau bu Kika ke Jakartanya minggu depan."
Arla : "Bu Kika mau ngapain?"
Aku : "Mau ke undangan, teman bu Kika ada yang menikah."
Arla : "Wah, asyik banget sih ke undangan. Siapa yang menikah?"
Aku : "Andreas sama Puput."
Arla : "Yang perempuan yang mana? Yang laki-laki yang mana?"
Aku : "Andreas laki-laki, Puput perempuan."

Setelah mendapatkan jawaban, Arla menggumam dengan volume suara yang lebih pelan.
"Asyik banget sih bu Kika ke undangan."
Arla menggumam tetapi tetap fokus dengan mainannya. Hal itu jelas-jelas membuatku penasaran.

Aku : "Memangnya asyik kenapa, Arla? Kamu suka ya ke undangan?"
Arla : "Iya, aku suka banget ke undangan."
Aku : "Kenapa? Apa yang bikin kamu suka?"
Arla : "Aku bisa makan gratis trus dapet hadiah."
Aku : "Hadiah apa?"
Arla : "Itu lho kalau ke undangan setiap abis nulis suka dikasih hadiah. Aku suka."

Obrolan santai siang-siang yang memaksa aku senyum geli. Anak-anak beranggapan souvenir itu semacam reward kalau sudah berbuat hebat. Pertanda penghargaan bahwa hal yang dilakukannya adalah hal baik. Datang memenuhi undangan adalah hal keren karena akan dapat 'hadiah'. Pun mengucapkan doa yang merupakan hal baik. Bagi anak-anak tanda terima kasih itu sama dengan 'hadiah'.

8.10.13

Belajar dari Hari Kemerdekaan

Tulisan terlambat ini cerita tentang kegiatan hari kemerdekaan yang lalu. Semakin hari, lomba-lomba meriah khas hari kemerdekaan semakin jarang ditemui di berbagai tempat. Tapi kami tidak ingin anak-anak tidak mengenal budaya perlombaan negeri ini saat hari kemerdekaan tiba, maka di sekolah kami guru-guru mengajak anak mengikuti berbagai jenis perlombaan khas hari kemerdekaan seperti balap karung, balap kelereng, lomba suap-suapan makan pisang, lomba bakiak, dan tarik tambang.

Banyak hal yang dapat dipelajari dari beberapa perlombaan tersebut. Seperti kerjasama, sportivitas, dan anak-anak juga dapat belajar tentang bagaimana cara menghadapi menang serta kekalahan. Dengan mengikuti perlombaan khas hari kemerdekaan, anak-anak pun belajar bahwa kerja keras serta kesabaran itu penting, komunikasi dan kerjasama dengan teman dapat menjadi penentu keberhasilan.

Dari keseluruhan lomba, aku menangkap beberapa keseruan pada lomba bakiak dan tarik tambang. Terlihat kesungguhan anak-anak, kerjasama, starategi dan komunikasi untuk mencapai keberhasilan. Dan aku merekam beberapa ekspresi menarik kesungguhan mereka.


Kami bersiap untuk mulai lomba bakiak!

Ada kerjasama dan usaha, ada pula kegagalan sementara

Ayo kita berusaha sekuat tenaga. Jangan menyerah!

Ketika selesai mengikuti kegiatan lomba, anak-anak mengaku lelah, sakit karena jatuh, dan sakit karena tangannya sangat keras menarik tali tambang. Namun mereka bercerita seraya tersenyum, bahagia. 'Seru!' kesan yang mereka beri tentang permainan dan perlombaan khas hari kemerdekaan.

Menurutku, lomba-lomba sederhana khas kemerdekaan Indonesia ini wajib selalu ada tiap tahunnya. Banyak pelajaran moral, karakter yang didapat oleh anak-anak. Selain itu, lomba-lomba ini juga sebagai salah satu cara melestarikan budaya permainan negeri ini, selain melestarikan budaya melalui tarian tradisional yang pernah aku tulis di sini. 


2.10.13

Budaya Cantik Indonesia

Selamat Hari Batik Nasional!
Hari ini pakai batik dari daerah mana? Dengan memakai batik hari ini, sebagai salah satu pertanda kita ikut melestarikan budaya cantik Indonesia.

Di sekolah tempatku mengajar, kami tetap mengenalkan dan ikut berperan melestarikan berbagai budaya asli Indonesia. Selain masuk ke dalam tematik kelas, ada juga program ekskul menari tarian tradisional Indonesia. Meski anak-anak jaman sekarang sudah banyak mendapatkan input budaya dari luar, tapi ternyata antusiasme mereka untuk belajar mengenai budaya cantik negeri sendiri juga tidak kalah.

Akhir tahun ajaran lalu, aku ikut membantu pementasan ekskul tari TK dan SD. Terasa kesibukan di belakang panggung saat memakai kostum. Dan aku takjub dengan kecantikan budaya Indonesia.


Kesibukan di belakang panggung


Anak-anak TKB dengan kostum tari Merak

Tari Nusantara

Anak-anak SD dengan kostum Tari Bali

Tari Kipas

Budaya Indonesia cantik-cantik ya... Ayo kita lestarikan sama-sama. Kenalkan budaya cantik Indonesia sejak dini dengan berbagai hal yang menarik bagi anak-anak. Tarian dan busana tradisional yang unik sudah jelas mampu membuat mereka tertarik untuk belajar terus tentang budaya negerinya. Nanti aku bahas tentang permainan seru khas kemerdekaan Indonesia ya... ;)

1.10.13

Koran Kelas : Ayo Berolahraga!

Tema pertama di awal tahun ajaran ini, anak-anak belajar tentang beberapa cabang olahraga, sportivitas, serta gaya hidup sehat. Olahraga yang dilakukan di sekolah adalah lari estafet, sepakbola, dan bola basket. Dari seluruh olahraga yang dipelajari, mulai tampak minat anak-anak lebih pada permainan sepakbola. Bahkan anak-anak perempuan makin bersemangat mencoba memasukkan bola ke dalam gawang, berlari kencang merebut bola dari tim lawan, namun mereka tetap sportif. Tidak sombong ketika menang dan tidak sedih saat kalah. Anak-anak juga tidak lupa melakukan pemanasan sebelum bermain bola.


Senam mengikuti gambar yang ditunjukkan.

Latihan menendang bola ke dalam gawang dengan tepat sebelum main di lapangan.

Latihan mengoper bola dengan bergandengan tangan agar tidak memegang bola.

Sepakbola anak-anak perempuan.

Tantangan bermain sepakbola di pasir dengan cara menggiring bola.

Di akhir tema olahraga ini, anak-anak kemudian mengikuti olimpiade dengan bermain futsal antar kelas. Anak-anak perempuan berhasil meraih juara pertama dan mereka tetap rendah hati, anak laki-laki mendapat juara ketiga dan memberi apresiasi pada teman-teman perempuan di kelas. Mereka semua mendapatkan medali dan merasa bangga dengan keberhasilan, usaha, serta partisipasi diri mereka masing-masing dalam kegiatan.

Kami juara!

Di akhir tema, aku menulis kembali ceritanya dalam bentuk koran kelas Bumi edisi kedua yang bisa dibaca oleh para orangtua anak-anak. Selamat membaca ya mama dan papa ;)

Koran kelas Bumi edisi kedua.